Berniaga, tapi Janganlah Meluputkan Dakwah. Abu Darda ra dikenal sebagai saudagar kaya di Madinah, hingga ia menjumpai islam dan menjadikan islam sebagai agamanya. Ia yang dulu, terkesima urusan dunia, sehingga perniagaannya yang luar biasa membuat ia terkenal seantero kota. Ketika ia belajar islam, ia belajar tentang perniagaan itu harusnya tak melalaikan urusan dengan Allah SWT. "Aku tidak mengharamkan jual-beli. Hanya saja, aku pribadi lebih menyukai diriku termasuk dalam golongan orang yang perniagaan dan jual-beli itu tidak melalaikannya dari dzikir kepada Allah," ujarnya. Saat itu ia juga berkata, "Barangsiapa yang tidak pernah merasa puas terhadap dunia, maka tak ada dunia baginya." Bagi Abu Darda', harta hanyalah alat bagi kehidupan yang bersahaja dan sederhana, tidak lebih. Berpijak dari sini, maka manusia hendaknya mengusahakannya dengan cara yang halal, dan mendapatkannya secara sopan dan sederhana, bukan dengan kerakusan dan mati-matian. ...
Komentar
Posting Komentar